Arsitektur nusantara | Kegotong-royongan

Branding and Conceptual Media, 4archiculture.net Web Developer
Hampir mustahil menghadapi masa depan Indonesia dengan paradigma konvensional. Kehidupan makin tajam dan individualistik; lingkungan makin rusak pula. Tema kajian “Arsitektur Nusantara Kontemporer” adalah upaya agar arsitektur yang kita tumbuh-kembangkan berketepatan dengan sifat dan keadaan Nusantara-Kini ?.Arsitektur sebagai salah satu wujud kontinum spasio-temporal peradaban Indonesia.
Readers 1535
Principal of Profile Image Studio
Keindahan arsitektur bukanlah karena "akrobat bentuk". Tetapi pada keberhasilan memahami manusia (dan alam huniannya). Hakikatnya, semua manusia juga berjiwa sosial --selain kodratnya sebagai makhluk individual. Sekolah Vokasional di Sra Pou, Kamboja (2012) membuktikannya.
Readers 2042
Branding and Conceptual Media, 4archiculture.net Web Developer
Fitrah manusia dilahirkan dengan identitas, dengan lokalitas rahim ibunya dan universalitas ruhnya. Manusia tanpa identitas pasti tidak mempunyai arah hidup yang jelas. Arsitektur atau peradaban bangsa ini pun, pasti terpuruk dalam ketidak-jelasan, bila tak punya arah perjalanan hidup. Arsitektur Nusantara bukan masa lalu. Informasi Eurocentric yang membanjiri generasi zaman kinilah yang memposisikannya di masa lalu.
Readers 2234
Branding and Conceptual Media, 4archiculture.net Web Developer
Nama Yori Antar, putera arsitek senior Han Awal, tak dapat dilepas dari komunitas Arsitek Muda Indonesia atau AMI di tahun 1990-an. Tak syak lagi, AMI adalah sekelompok arsitek muda yang memberi warna baru langgam arsitektur -khususnya di Jakarta. Dengan AMI, arsitektur di Indonesia memasuki lensa media; arsitektur yang tadinya merupakan “makhluk asing”, menjadi tema liputan pers.
Readers 2224
Branding and Conceptual Media, 4archiculture.net Web Developer
Mempelajari Arsitektur Nusantara bukan untuk kembali ke masa lalu. Rekontekstualisasinya dapat diawali dari mana saja sesuai bakat, kemampuan, dan kesempatan tiap individu.
Readers 2221
Branding and Conceptual Media, 4archiculture.net Web Developer
Peradaban manusia tanpa identitas, ibarat titik tanpa koordinat; titik itu tak punya kedudukan. Peradaban manusia termasuk arsitektur, pasti membutuhkan identitas lokal yang jelas sekaligus memuat nilai-nilai universal.
Readers 1815
Ikuti Tidak ikuti rubrik ini

Artikel Terkait

Apa nilai di balik rangkaian rangkiang atau lumbung Minangkabau?
Rumah Panjang, Rumah Kebersamaan
by : Galih W Pangarsa
Tentang ruang bersama, mungkin kita mesti belajar banyak-banyak ke Dayak.